Saturday, January 22, 2011

I AM FREE BECAUSE I KNEW THE TRUTH (For The Believers and Non-Believers)

Sunday, January 23th 2010.

Hari ini, saya mendapatkan kelegaan setelah mengetahui sedikit lagi tentang kebenaran yang selama ini banyak dipertanyakan orang. Sebuah pertanyaan yang selalu ingin saya tanyakan kepada siapa saja yang tahu tentang kebenaran yang seutuhnya, atau minimal sedikit saja. Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya olah beberapa orang yang mengaku percaya.

Today, I am free after known a little bit more about the truth that has been questioned by many people. One question that I always want to ask to anyone who knows about the absolute truth, or at least a little bit. A question that has been asked to me so many times by a so called “THE BELIEVERS”.

?: “Terlepas dari konsep Tritunggal (Tuhan adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang diyakini oleh seluruh umat Kristiani, mengapa banyak sekali gereja yang muncul diantara kalian?”

?: “Separate from The Trinity Concept (God is Father, Son, and Holy Spirit) that all of The Christians believe, why there are a lot of Church among all of you?”

Wednesday, November 10, 2010

Only My Pointless Opinions

Hey guys.. just wanna share what's in my mind..
I call it "brain's jerk"
nothing serious though..

First of all!!
I thought that "made in Indonesia" is a shame and not worth to be proud of!
For Indonesian, right now especialy, they're proud to wear clothes, or use goods which have "made in Indonesia" label tied on it. But not for me!

For real.. That's what I feel. I hate to buy clothes which has "made in Indonesia" at the neck label, same goes to shoes, etc.. I HATE it! anything but Indonesia.

the reason is simple. It's not because the product's quality, or the price, or anything, but labor. "made in Indonesia" label means those products were made in Indonesia, but were NOT INDONESIAN PRODUCT. It's obvious! Rich countries which have such tecnologies and money rather to make their products outside of their contry with labors from another country, than make their products in their own country, with their own people/labor. Because for them, it's much more cheaper to produce their goods outside their country. That's why I hate it. "Made in Indonesia" means "made by Indonesian" or "slavery". For me,I'd rather choose things that has "Product of Indonesia" than "made in Indonesia" label. I'm proud of it.

Tuesday, November 2, 2010

YES Sir!! NO Sir!! Your Problem, Sir! Ups.. ;p

Side story-My life in USA part 5
Matthew the Kid's inDa house y'all

Hullow, temans*!
(*lagi males nulis teman-teman, jadi pake bahasa Indonesia tapi tata bahasanya dicampur Inggris deh. ikut2an Teh Dini. ihihihiii.. numpang jiplak setail [style] ya gan!)

Lama tak berjumpa..
Maap gans*, ane akhirs* ini sibuk..
sibuk ngelamun maksudnya.
ihihiii..

Biasa, pulang kerja, gak ada kerjaan..
(masak udah, nyuci udah, mandi yang belum.
hehe..)
jadinya ngelamun deh..
mencoba ngingets* semua kejadian di greenhouse akhirs* ini.
eh, gak sengaja keinget.
sebuah kejadian penting!
cukup penting untuk diabaikan..
namun tidak cukup penting untuk ditanggapi secara berlebihan.

Sunday, October 31, 2010

Lift Me Up High.. Higher.. and Higher, Lord..

Sunday, October 31st, 2010
11.00pm
Small bed, trailer!

Tidak tahu harus mulai dari mana, Tuhan..
Seandainya ini doa, pasti jauh dari sempurna.
Anggaplah ini sebagai surat dariku untukMu, Bapa..
sebuah surat yang tak berani dan tak akan pernah kusampaikan.

Bapa, rencanaMu BUKANlah rencanaku..
aku tahu itu.
Tetapi apakah aku tidak dapat berencana menurut kehendakku sendiri, Bapa?
Mengapa jalanku begitu berliku, Tuhan?
tidak seperti orang-orang lain..
Begitu sulitnya aku mendapatkan yang aku minta.
Bahkan terasa mustahil bagiku.
Salahkah aku jika aku berharap sedikit saja ada kemudahan?
Apakah pintaku selalu berseberangan dengan inginMu, Bapa?

Friday, October 29, 2010

Mbah Marijan, Hero or Zero?

Hey.. Just wanna share what stuck in my mind..

Latar belakang diambilnya judul diatas adalah karena saya pribadi merasa terusik dengan komentar-komentar dari beberapa orang yang boleh dikata "menilai" -secara negatif- orang lain dari sudut pandang mereka sendiri.

Saya tidak melarang orang untuk berkomentar dari sudut pandangnya sendiri terhadap suatu hal, baik itu komentar positif atau negatif, baik dari sudut pandangnya melalui kacamata religi atau sosial. Kita semua punya hak dan kebebasan yang sama dalam menyalurkan pendapat. Tapi kebebasan itu tidaklah semata-mata mutlak, sebab ada hak orang lain yang juga terlibat didalamnya.

"kalau saja Mbah Marijan mau sedikit lebih rasional, mungkin korban akan bisa diminimalisir"

"si Marijan hanya manusia belaka yang keras kepala dan menjaga gengsi"

"tidak berguna si Marijan.. tidak berguna segala ritual dan sesajennya.."

dan masih banyak lagi..